Senin, 02 Juni 2014
![]() |
| Kambing Etawa |
1. Letak kandang
terhadap sumber pakan hijauan. Letak kandang kambing
etawa yang jauh
dari sumber pakan tentu membutuhkan biaya yang lebih daripada yang
kandang yang dekat dengan sumber pakan.
2. Biaya hidup di
daerah tempat kandang. Biaya untuk membuat infrastruktur kandang
tentunya berbeda untuk tiap daerah. Biaya meliputi harga bangunan
dan upah tukang. Demikian juga upah pegawai anak kandang sudah pasti
berbeda.
3. Daya serap pasar
akan produk ternak kambing etawa setiap daerah berbeda. Sebagai
contoh harga susu kambing setiap daerah bervariasi. Bahkan di daerah
tertentu belum tentu kita dapat menjual susu kambing.
4. Tujuan beternak
berbeda dengan tujuan yang dianalisa dalam referensi. Beternak
kambing etawa untuk kontes tentu akan berbeda dengan beternak
kambing etawa untuk susu dan pedaging.
5. Harga kambing
etawa dalam realita berbeda dengan harga dalam analisa referensi.
Pada umumnya harga kambing etawa dalam analisa lebih murah
dibandingkan dengan harga yang sekarang. Dapat juga perbedaan harga
ini disebabkan perbedaan harga tiap daerah.
pakan kambing etawa
Diperlukan
kebijakan dalam menyikapi suatu analisa usaha beternak kambing etawa.
Jangan sampai analisa-analisa tersebut membuat para pemula menjadi
enggan untuk beternak atau bahkan terlalu berharap (over
expectation). Terlalu berharap untuk mendapatkan keuntungan dari
analisa-analisa yang ada akan mengakibatkan suatu usaha ternak dapat
langsung tutup ketika menemui suatu kendala.
Beberapa langkah
bijak yang dapat dilakukan:
1. Menjadikan
analisa-analisa yang ada sebagai gambaran kasar dari keuntungan yang
mungkin didapat. Semua usaha pasti menguntungkan asal dilakukan
dengan fokus dan konsisten. Tidak mesti keuntungan yang anda dapat
lebih rendah daripada analisa tersebut.
2. Perawatan Kambing Etawa Memperhatikan
letak kandang terhadap sumber pakan hijauan. Salah satu kunci sukses
beternak kambing etawa adalah menekan biaya pakan. Perlu
diperhatikan juga keseterdiaan pakan konsentrat seperti ampas tahu
atau bungkil jagung (tumpi).
3. Mengetahui daya
serap pasar terhadap produk ternak kambing etawa. Dengan mengetahui
daya serap pasar akan menentukan tujuan beternak kambing etawa.
Apakah untuk pedaging, susu atau kontes.
4. Membangun
infrastruktur sesuai dengan jumlah kambing etawa yang akan dipelihara
dan modal yang dimiliki. Sebagai contoh sangat bagus untuk memiliki
kandang terbuat dari kayu dan beratap genteng. Namun jika belum ada
modal, maka kayu dapat diganti bambu dan genteng dapat diganti
asbes. Intinya adalah mendahulukan yang perlu agar peternakan dapat
berjalan. Pemilihan infrastruktur juga harus mempertimbangkan
perkembangan usaha. Tujuannya adalah untuk efisiensi penggunaan
modal.
5. Memilih kambing
peranakan etawa atau kambing etawa yang sesuai dengan tujuan beternak
dan modal yang dimiliki. Harga kambing etawa ras kaligesing di
pasaran saat ini cukup mahal. Dengan membeli bibit atau induk
kambing etawa ras senduro yang lebih murah dan berkualitas akan
dapat mengurangi biaya pembelian kambing perah dan pedaging.
6. Mulai dari
mudah, murah dan kecil. Hal ini memberi kesempatan bagi peternak
kambing etawa pemula untuk belajar aspek-aspek manajemen Perawatan Kambing Etawa. Selain itu mengurangi resiko kerugian jika ada
kambing yang mati.
7. Berpikir ke
depan untuk mengembangkan dan membesarkan peternakan kambing etawa.
Dengan prinsip ini diharapkan peternak tidak terburu-buru untuk
mengambil semua laba tanpa memperhitungkan pembesaran kandang
(seperti perluasan kandang atau penambahan kambing etawa). Hendaknya
keuntungan yang didapat dapat diputar lagi untuk memperbesar aset
peternakan kambing etawa.
8. Selalu membuka
diri untuk selalu belajar ilmu ternak kambing etawa. Konsultasi antar
sesama peternak kambing etawa dan yang telah berhasil dapat membantu
pemahaman manajemen ternak yang baik dan benar.
kandang bambu
kambing etawa
Beternak kambing
etawa adalah salah satu bisnis atau usaha yang paling mudah dan kecil
resikonya. Harga kambing dari tahun ke tahun bukannya tambah murah.
Meskipun sudah banyak peternak kambing namun permintaan pasar masih
tinggi. Hal ini disebabkan faktor populasi penduduk, religius
(akikah, kurban dan hajatan), ekspor dan inflasi.
Resiko beternak
kambing etawa termasuk kecil. Hal ini disebabkan kambing etawa adalah
kambing unggulan yang tahan akan penyakit. Hal ini tidak seperti sapi
atau ayam yang sangat rentan terhadap penyakit.
Disamping itu
pemeliharan kambing etawa cukup mudah. Kandang dapat dibuat dari
bambu. Tidak membutuhkan pakan khusus selain hijauan daun dan
konsentrat (jika ada). Lantai kandang kambing yang berkisi-kisi
memungkinkan kotoran (srintil) langsung jatuh ke tanah. Srintil dapat
dibiarkan di tanah tanpa menimbulkan bau (asal kering). Srintil ini
dengan sendirinya dapat terurai dengan halus dan hasilnya dapat
dijual sebagai pupuk.
kami juga menjual kambing etawa dan PE
jika ingin tau bisa klik disini
Langganan:
Posting Komentar
(Atom)
Diberdayakan oleh Blogger.
Popular posts
-
Kambing Etawa bersal dari india dan di sebut juga dengan nama jamnapari. Kambing Etawa ini mempunyai ciri-ciri telinganya panjang, hidungny...
-
Kambing Etawa berikut adalah perawatan yang perlu di perhatikan dalam memulai Perawatan Kambing Etawa 1. Letak kandang terhad...
-
Jual Kambing PE (Peranakan Etawa) dengan harga terjangkau untuk idul qurban dengan spesifikasi : - unmur 14 bulan - warna kepala hita...

0 comments:
Posting Komentar